Membuat Pencahayaan Global Illumination (GI)

Kali ini Anda akan membuat pencahayaan Global Illumination atau istilah kerennya adalah GI. Apa itu GI? GI adalah pencahayaan natural seperti pencahayaan yang terjadi didalam dunia nyata dimana cahaya yang jatuh mengenai objek, akan dipantulkan kembali. Sering diistilahkan sebagai “Bouncing Light” atau disebut juga pencahayaan Tidak Langsung (Indirect Illumination). Fitur yang digunakan adalah Skylight dan Light Tracer.

Teknik ini berbeda dengan teknik menggunakan lampu Omni, Target Direct maupun Target Spot. Ketiga jenis lampu tersebut merupakan pencahayaan langsung (Direct Illumination), yakni kebalikan dari teknik GI.

Bagaimana cara membuat pencahayaan GI? Ini caranya.


Langkah 1
Buka sebuah file 3DS Max yang Anda punya

Langkah 2
Buka Tab Create > Lights > Skylight. Klik sekali di Viewport mana saja dan disembarang posisi. Misalkan Anda klik di Viewport Front.

Gambar 01. Opsi Skylight
Langkah 3
Pastikan objek Skylight terpilih dan Anda buka Tab Modify. Misalnya Anda tur nilai Multiplier = 1.15. Ini adalah nilai untuk meningkatkan intensitas cahayanya (Anda bebas mengatur nilai multiplier ini).

Gambar 02. Multiplier = 1.15
Langkah 4
Kemudian Anda klik Menu Rendering, lalu klik Advanced Lighting dan klik opsi Light Tracer.

Gambar 03. Fitur Light Tracer
Langkah 5
Akan terbuka jendela Render Scene. Anda klik tombol Render

Gambar 04. Tombol Render
Langkah 6
SIMSALABIM! Hasil Render tampak sangat realistic dan menarik.

Gambar 05. Hasil Render

Selamat mencoba.

Membuat dan Menambahkan Background pada Viewport

Apabila Anda ingin menyesuaikan objek 3 Dimensi Anda dengan gambar background sehingga akan mendapatkan hasil yang sinkron dari perpaduan keduanya, Anda harus memasukkan gambar background tersebut kedalam Viewport 3ds Max Anda. Fitur yang akan Anda gunakan adalah fitur Viewport Background. Fitur ini juga dapat digunakan bila Anda ingin melakukan Rotoscoping atau ”menjiplak” sebuah bentuk gambar. Misalnya Anda masukkan sebuah gambar desain logo sebagai background pada Viewport untuk dijiplak nantinya menjadi bentuk 3 Dimensi.

Berikut panduannya:
1. Buka file 3DS Max. Aktifkan Viewport Perspective

Gambar 01. Sebuah File 3DS Max


2. Klik menu Views > Viewport Background.
3. Pada jendela Viewport Background, Anda klik tombol Files dan cari dimana file gambar yang ingin Anda jadikan sebagai background. Atur setingan parameter yang lain seperti pada gambar dibawah

Gambar 02. Jendela Viewport Background

3. Sekarang gambar telah tampil pada background Viewport Perspective Anda.

Gambar 03. Hasil Akhir


Selamat mencoba.

Membuat Pigura dan Bingkai Lukisan atau Foto

Anda dapat membuat modeling objek berupa pigura lukisan atau bingkai/frame foto dalam 3ds max dengan menggunakan fitur Bevel Profile. Bevel Profile berfungsi membuat objek 2 Dimensi menjadi objek 3 Dimensi dengan menggunakan bentuk objek 2 Dimensi lainnya sebagai pembentuknya.

Berikut panduannya.

Langkah 1
Anda buat sebuah objek Rectangle dengan ukuran berikut

Gambar 01. Parameter Objek Rectangle

Langkah 2
Lalu buat juga sebuah objek Star dengan ukuran berikut

Gambar 02. Parameter Objek Star
Langkah 3
Hasilnya menjadi seperti gambar dibawah ini

Gambar 03. Bentuk Objek Rectangle dan Star
Langkah 4
Selanjutnya Anda pilih objek Rectangle, lalu buka kotak Modifier List (berada di tab Modify) dan berikan Modifier Bevel Profile

Gambar 04. Bentuk Objek Rectangle dan Star

Langkah 5
Kemudian klik tombol Pick Profile dan klik objek Star di Viewport

Gambar 05. Tombol Pick Profile
Langkah 6
Bentuknya akan menjadi seperti gambar dibawah.

Gambar 06. Bentuk Objek Setelah Pemberian Bevel Profile
Langkah 7
Anda Render objek tersebut.

Selamat mencoba.

Membuat Sendiri Background Awan Dengan 3DS MAX

Ada trik yang sangat mudah dan praktis untuk Anda dapat membuat sebuah background langit dengan awan yang cerah tanpa menggunakan foto awan. Anda akan menggunakan fitur bernama Smoke Map. Dengan demikian Anda tidak perlu bergantung kepada gambar-gambar foto. Dengan Smoke Map, Anda dapat menciptakan kreasi awan sendiri dengan bebas.

Ini dia panduannya:

Langkah 1
Buka sebuah file 3DS Max yang Anda punya


Gambar 01. Objek-Objek 3 Dimensi


Langkah 2
Buka juga jendela Environment and Effect. Anda ubah None pada Environment Map menjadi pilihan Smoke.


Gambar 02. Pemilihan Smoke Environment

Langkah 3
Anda buka jendela Material Editor. Drag Smoke ke salah satu slot material di jendela Material Editor (caranya sama seperti yang telah dijelaskan pada trik sebelumnya). Atur dengan setingan parameter seperti pada gambar dibawah. Ubah Color #1 dengan warna biru muda dan Color #2 dengan warna putih.


Gambar 03. Setingan Parameter Smoke

Langkah 4
Lakukan kalkulasi Render (klik menu Rendering>Render>Render). Anda sudah memiliki awan yang cerah. Have a Nice Day! ;)


Gambar 04. Hasil Pemberian Smoke Environment

Selamat mencoba.

Mengoptimalkan Jumlah Titik Pada Object 3 Dimensi

Bila Anda bekerja dengan banyak Objek, tentu komputer akan semakin berat ”membaca” objek-objek tersebut, dikarenakan banyaknya jumlah Segment yang dimiliki oleh tiap-tiap Objek. Bagaimana caranya agar objek-objek tersebut memiliki jumlah Segment yang sedikit namun bentuknya tetap terlihat halus dan tidak kaku/rusak?

Berikut panduannya:

Langkah 1
Buat 2 buah Teapot dengan besar yang sama dan dengan jumlah masing-masing Segments-nya adalah 12. Aktifkan Viewport Perspective, lalu tekan tombol F4 dikeyboard untuk menampilkan mode Edged Faces.

Gambar 01.
2 Buah Objek Teapot

Langkah 2
Anda pilih Teapot disebelah kiri dan beri Modifier Optimize dari tab Modify. Anda akan melihat objek Teapot tersebut akan mendapati pengurangan jumlah Vertex-Vertex-nya dan terlihat perubahan bentuk Segment-nya dengan tidak mempengaruhi bentuk Teapot tersebut seperti awalnya

Gambar 02.
Objek Teapot Sebelah Kiri Diberi Modifier Optimize

Langkah 3
Perhatikan dibagian Last Optimize Status, Anda akan melihat jumlah Vertex dan Face-nya sebelum dan sesudah diberikan Modifier Optimize.

Gambar 03.
Melihat Jumlah Vertex Sebelum dan Sesudah Pemberian Modifier Optimize

Langkah 4
Lakukan Render. Anda tetap mendapati objek Teapot yang sama, namun dengan jumlah Vertex yang sedikit.

Gambar 04.
Hasil Rendering

Selamat mencoba.
Tutorial ini diarsipkan di ilmugrafis pada kategori 3DS Max
Semoga bermanfaat. Salam.

Keunggulan dan Feature 3D Animation Dengan 3ds Max

Kemajuan dunia Computer Graphic khususnya 3D Animasi telah berkembang dengan sangat pesat saat ini. Telah banyak kemudahan-kemudahan dan features-features baru yang dikeluarkan oleh pihak vendor dalam upaya untuk semakin memikat konsumen/user dengan product mereka. Ini tentunya menjadi nilai tambah bagi para konsumen/user dalam mengeksplorasi ide kreatifitas dalam berkarya.
Beberapa keunggulan dan features yang bisa kita peroleh dari sofware 3ds max ini adalah :

Keunggulan dan Feature ke 1
Feature untuk membuat model organic dan unorganic. Model organic dapat berupa karakter model makhluk hidup nyata seperti manusia, hewan. Dan model makhluk hidup yang tidak nyata (khayalan) seperti monster, peri, dan lain-lain. Model unorganic dapat berupa model objek-objek benda mati seperti mesin, bangunan, mobil, sepeda motor, furniture, dan lain-lain.
Pada 3ds max feature yang digunakan untuk membuat model organic umumnya dengan menggunakan teknik Polygonal modeling dan NURBS modeling. Teknik Polygonal modeling adalah teknik membuat model dengan memakai objek-objek geometry dasar yang kemudian dikembangkan menjadi objek model yang lebih kompleks. Umumnya memakai bentuk objek geometry box (kotak) yang kemudian dihaluskan lagi permukaannya (smooth). Sedangkan teknik NURBS modeling adalah teknik membuat model dengan memakai garis-garis yang dibuat seperti rangka objek yang diinginkan kemudian diberi surface (bentuk permukaan).
Model unorganic umumnya dibuat dengan menggunakan teknik Compound modeling dan Spline modeling (dapat juga dengan menggunakan teknik Polygonal Modeling). Teknik Compound modeling adalah teknik membuat model dengan mengkombinasikan (menggabungkan, memotong atau mengambil perpotongan) antar bentuk objek-objek geometry. Sedangkan teknik Spline modeling adalah teknik membuat model dengan membuat bentuk objek 2d-nya terlebih dahulu yang kemudian “ditransfer” menjadi bentuk 3d dengan memberikan ketebalan pada objek 2d tersebut.



Keunggulan dan Feature ke 2
Feature untuk memberikan rangka pada objek karakter 3d yang telah kita buat, sehingga karakter 3d tersebut dapat bergerak seperti layaknya manusia. Ada 2 teknik yang dapat dilakukan, yaitu dengan teknik Bone dan teknik Biped. Teknik Bone adalah dengan membuat tulang secara satu persatu yang kemudian dilink-kan antar masing-masing tulang yang saling berhubungan, misalnya tulang tangan dihubungkan ke tulang bahu. Sedangkan teknik Biped memungkinkan kita untuk membuat tulang yang telah terintegrasi menjadi satu kesatuan rangka yang utuh. Sehingga kita tidak perlu lagi me-link-kan tulang secara satu-persatu.


Keunggulan dan Feature ke 3
Feature membuat texture real dan texture cartoon (kartun). Objek 3d yang dibuat dapat diberikan texture yang realistic sehingga terlihat seperti nyata, atau berupa texture cartoon. Texture real adalah memberikan texture yang sebenarnya sesuai dengan sifat dan karakteristik permukaan suatu objek atau benda, sehingga akan diperoleh hasil yang tampak asli dan nyata. Feature yang digunakan dengan menggunakan material standard. Sedangkan texture cartoon adalah memberikan texture seperti kartun, yang warnanya cerah dan terang. Feature yang digunakan adalah material Ink’npaint


Keunggulan dan Feature ke 4
Feature membuat efek-efek api, asap (fire effect), kabut (fog), pendar cahaya (volume light), dan lain-lain. Efek-efek ini dapat diterapkan dengan memakai feature effect dan environment effect


Keunggulan dan Feature ke 5
Feature membuat efek-efek yang terjadi bila mata/kamera melihat objek bergerak, misalnya efek motion blur dan depth of field (dof). Efek motion blur adalah efek bagaimana mata kita atau mata/lensa kamera menangkap gambar objek yang bergerak yang memperliatkan bias (blur) pergerakannya. Depth of field (dof) adalah efek bagaimana bila mata kita atau mata/lensa kamera focus melihat satu objek, maka objek-objek disekitarnya pasti akan menjadi tidak focus (blur). Pemberian efek-efek ini tentu akan memberikan kesan yang semakin tampak realistic


Keunggulan dan Feature ke 6
Feature untuk membuat efek-efek sinar, cahaya. Efek-efek tersebut dapat berupa cahaya matahari, sunset, dan lain-lain, yang tentunya akan semakin memperkaya dan mempercantik design 3d yang kita buat. Untuk membuatnya kita dapat memakai feature effect yang terdapat pada software 3ds max


Keunggulan dan Feature ke 7
Feature untuk membuat objek-objek bulu, rumput, rambut, dan lain-lain. Objek-objek ini memerlukan feature aplikasi khusus yaitu feature Hair & Fur. Dengan adanya opsi ini kita akan mudah untuk membuat beragam jenis dan style rambut, bulu ataupun rumput


Keunggulan dan Feature ke 8
Feature untuk membuat objek kain atau baju. Features yang digunakan adalah Cloth Simulation. Dengan feature ini kita dapat membuat kain atau baju dengan lebih natural dan realistic, menyerupai dengan sifat baju/kain seperti dalam kondisi real/nyata


Keunggulan dan Feature ke 9
Feature untuk membuat objek-objek liquid/cairan. Aplikasinya banyak ditujukan untuk membuat environment, seperti environment (panorama) di sungai, laut, kolam, dan lain-lain. Sama halnya seperti pembuatan objek bulu, objek liquid memerlukan tingkat kekompleksan yang sangat khusus, karena oject ini sangat berat “dibaca” oleh komputer, apalagi bila tingkat akurasi liquid-nya tinggi. Feature yang dipergunakan adalah Meta Particle dan BlobMesh


Keunggulan dan Feature ke 10
Feature untuk membuat cahaya yang realistic. Cahaya yang tampak realistic adalah cahaya yang memantul dan menyebar kesegala arah, sesuai dengan arah pantulan objeknya. Feature yang dipakai adalah Global Illumination dengan beragam teknik, seperti Light Tracer, Radiosity atau MentalRay


Keunggulan dan Feature ke 11
Feature untuk membuat Animasi dynamics. Banyak diaplikasikan untuk membuat animasi objek-objek yang saling bertubrukan/tabrakan, berbenturan, pecah, dan lain-lain. Tidak hanya dapat diterapkan untuk benda-benda (objek) solid/keras (rigid), tetai dapat juga diterapkan untuk benda-benda lunak (soft), kain (cloth), tali (rope), dan lainnya


Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat...

Melakukan Pembatalan Perubahan Arah Pandang Viewport

Jika Anda ingin membatalkan perubahan suatu objek 3d di Viewport , Anda bisa menggunakan fitur Undo. Namun bagaimana jika Anda ingin membatalkan perubahan suatu arah pandang Viewport?...

Anda tidak bisa menggunakan fitur Undo tersebut karena fitur ini hanya berlaku pada objek-objek 3d yang berubah saja. Solusinya, Anda harus memakai fitur Undo View Change.

Latihan dan Caranya :

1. Buka sebuah file 3DS Max yang Anda punya

Gambar 01. Sebuah File 3DS Max

2. Anda putar- putar view pandangan Viewport Perspektif dengan menggunakan tombol Arc Rotate

Gambar 02. Perubahan Arah Pandang Viewport Perspective


3. Bila Anda ingin mengembalikan ke pandangan yang sebelumnya, klik menu Views > Undo View Change. Maka View Perspective akan kembali ke pandangan yang sebelumnya

Gambar 03. Undo View Change

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat...

Merubah Tampilan Layout 3d MAX

Bagi teman-teman yang sudah terbiasa menggunakan software 3ds max bisa saling berbagi tutorial melalui website ini. Software 3ds max banyak digunakan untuk Visualisasi arsitektur....

Architecture is not only about buildings, But also about the created atmosphere, which touch our senses, feelings & souls..
And computers help us virtually the sense, to be inside the architectural works..

Cara mengganti tampilan Layout:
Tampilan layout default pada 3d MAX sangat melelahkan mata jika kita bekerja dalam waktu lama. Oleh karena itu maka diperlukan perubahan layout tersebut.
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah klik menu “customize”, lalu dilanjutkan dengan menu “Load Custom UI Scheme”.

Setelah itu maka akan muncul window untuk memilih lay out yang sudah disediakan oleh 3ds max.

Setelah itu maka anda bisa memilih tampilan yang sudah disediakan sesuai dengan keinginan anda.
Dalam hal ini ada baiknya memilih tampilan “discreet-dark.ui”. Kemudian klik Open.
Maka perubahan yang terjadi perubahan tampilan 3d Max menjadi versi gelap (dark)

Keuntungan:
Warna yang gelap maka akan mengurangi tingkat intensitas cahaya yang keluar dari layar monitor. Sehingga mata kita akan lebih tahan lama berada di depan komputer. Selain itu juga warna gelap pada monitor membutuhkan daya listrik yang lebih kecil jika dibandingkan dengan warna terang sehingga kita bisa melakukan penghematan listrik. Hal ini setahu saya bisa diterapkan pada versi 3ds max 5 keatas.
- Johan - ilmugrafis -
Thanks to ALL VISITOR - Believe your Skill Friends

Selamat mencoba.

Mengenal Tampilan Cinema 4D

Selamat berjumpa, pada pertemuan dan Tutorial perdana ini kita akan mengupas lebih jauh tentang Cinema 4D, disini saya menggunakan Cinema 4D versi 11. Jika anda mempunyai Cinema 4D versi 10 tampilannya sama saja, jadi tidak perlu bingung ya…!!
Gambar dibawah merupakan tampilan Cinema 4D versi 11, oke mari kita mulai…!!
Cinema 4D versi 11
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR TAMPILAN
Keterangan gambar (Preview di atas):
  1. Icon, kegunannya untuk memodifikasi objek yang telah anda buat.
  2. Tools dan Menu merupakan tempat dimana perintah-perintah untuk memodifikasi objek.
  3. Tools, kegunaannya untuk menggeser,mengecilkan, memutar posisi jendela, cara menggunakannya dengan mengklik tahan, lalu geser mouse kearah yang anda inginkan. Bisa juga untuk menampilkan 1 jendela atau 4 jendela sekaligus , untuk menampilkan jendela Persfektif (tekan F1), Top/Atas (tekan F2), Right/Kanan (tekan F3), Front/Depan (tekan F4) dan untuk menampilkan keempat jendela tekan F5.     
  4. Object Manager merupakan tempat/layer dari objek-objek yang telah anda pilih sehingga objek tersusun dengan rapi.
  5. Attributes Manager merupakan spesifikasi dari objek yang telah anda pilih, baik dari ukuran, posisi, perputaran, segment,
  6. Coordinates merupakan Posisi (Position), Ukuran(Size), Perputaran(Rotation)
  7. Materials Manager merupakan tempat dimana semua material , cara menampilkan material dengan mengklik menu “File” yang ada pada Materials Manager kemudian pilih “Shader” lalu pilih “Danel”, maka akan muncul material “ Danel” yang telah anda pilih tadi.
  8. Timelines merupakan tempat untuk mengatur dan merekam jalannya sebuah animasi yang telah anda buat.
Tunggu Tutorial berikutnya exclusive di IG (ilmuGrafis)
untuk penjelasan tentang Cinema 4D bisa membaca di Penjelasan Tentang Cinema 4D
Terima kasih, selamat mencoba dan tetap semangat…..
Semoga Bermanfaat

Menggeser Memutar dan Merubah Ukuran Kubus

Pada tutorial berikut, anda akan saya tuntun bagaimana cara menggeser, memutar dan merubah ukuran kubus, agar anda mengetahui dasar-dasar dari tutorial Cinema 4D.
Ayo kita …!! Lakukan

1. Menggeser Kubus
Langkah pertama pilih icon kubus lalu klik kubus.
Cinema 4D

Maka akan muncul kubus yang telah anda klik tadi.
 Cinema 4D
[Kubus dalam keadaan terseleksi] Sumbu X (merah), sumbu Z (biru), sumbu Y (hijau).

Cinema 4D
[Kubus dalam keadaan tidak terseleksi]

Lihat pada gambar kubus dalam keadaan terseleksi, terlihat tiga buah panah . Sumbu X (merah), sumbu Z (biru), sumbu Y (hijau).
Sorot panah biru (Sumbu Z), maka panah biru akan berubah warna menjadi warna kuning kemudian seret kearah yang anda inginkan, sekarang posisi kubus anda telah berubah. Selanjutnya jika anda ingin mengubah posisi kubus pada posisi diatas sorot Sumbu Y(hijau) begitu juga pada Sumbu X (merah).
Hasilnya:
 Cinema 4D
[KUBUS BERUBAH POSISI SETELAH DIGESER]
2. Memutar Kubus
Pilih kubus, lalu klik icon Rotate (tekan R ) pada keayboard anda.
 Cinema 4D

Caranya serupa seperti menggerakkan kubus, ada tinggal menyorot Sumbu X (merah), maka sumbu x akan berubah menjadi warna kuning setelah itu anda tinggal memutar kubusnya, gampang bukan…!!
 Cinema 4D
KUBUS BERUBAH POSISI SETELAH DIPUTAR
3. Merubah ukuran kubus
Pilih kubus, lalu pilih icon Scale (tekan T) pada keayboard anda.
 Cinema 4D

Untuk cara yang ketiga ini hampir sama dengan cara yang pertama dan kedua, pada ketiga panah terdapat titik berwarna orange, titik itu yang akan kita gunakan untuk merubah ukuran kubus menjadi memanjang kekiri dan kanan. Jika anda ingin merubah ukuran kubus menjadi melebar kekanan dan kekiri, anda tinggal menyorot titik orange kecil itu yang terdapat pada Sumbu Z (biru) lalu drag arahkan mouse anda kekanan.
 Cinema 4D

Anda juga bisa membaca tutorial sebelumnya yaitu Tampilan Cinema 4D
Selamat mencoba….!!
Semoga bermanfaat :)

Mewarnai Object di Cinema 4D

Sesion kali kita akan coba belajar memberi warna/material pada objek di Program Cinema 4D. Setelah sebelumnya kita mengetahui langkah Menggeser Memutar dan Merubah Ukuran Kubus
Mari ikuti langkah-langkahnya ya, smoga bisa dimengerti.

Step 1
Langkah pertama adalah pilih icon Kubus (Cube) lalu klik icon Cone
Cinema 4D

Cinema 4D

Step 2
Pada Material Manager pilih menu “File” lalu pilih “Shader” kemudian klik material “Danel”, maka akan muncul material “Danel” pada Material Manager yang ada dibawah. Jika anda ingin menambahkan material yang lain, anda tinggal  memilihnya di menu “Shader”.
Cinema 4D

Step 3
Cara memberi warna/material kekubus ada 2 cara.Cara yang pertama , dengan mendrag icon material “Danel “ ke Object Manager atau bisa langsung mendrag material ke kubus. Kedua cara ini sebenarnya sama saja, sekarang tinggal tergantung pada anda cara mana yang lebih anda sukai….oke…
Cinema 4D
Selamat mencoba dan tetap semangat…!!!
Anda juga bisa membaca tutorial sebelumnya yaitu:
Menggeser Memutar dan Merubah Ukuran Kubus dan Tampilan Cinema 4D
Selamat mencoba….!!
Semoga bermanfaat :)

Popular Posts

Download

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes